China Ingin Buat Pesawat Luar Angkasa Sepanjang 1 Kilometer

China Ingin Buat Pesawat Luar Angkasa Sepanjang 1 Kilometer
China tengah mempersiapkan pembuatan pesawat area angkasa super besar yang panjangnya meraih 1 kilometer. Namun seberapa mungkin proyek ini dapat direalisasi?.
Proyek ini merupakan bagian proposal penelitian berasal dari National Natural Science Foundation of China, sebuah lembaga pendanaan yang dikelola oleh Kementerian Sains dan Teknologi negara itu. Garis besar penelitian yang diposting di situs webnya menggambarkan pesawat luar angkasa yang sangat besar sebagai peralatan kedirgantaraan strategis utama untuk pemanfaatan sumber energi area angkasa di masa depan, eksplorasi misteri alam semesta, dan kehidupan jangka panjang di orbit.
Lembaga tersebut mengidamkan para ilmuwan melakukan penelitian berkenaan metode desain baru yang gampang yang dapat menghalangi kuantitas material konstruksi yang perlu diangkat ke orbit. Ini juga teknik baru untuk merakit struktur masif seperti itu secara safe di luar angkasa Berita dari Berbagai Sumber .
Jika didanai, belajar kelayakan akan berlangsung selama lima th. dan menghabiskan anggaran 2,3 juta dolar AS atau Rp 32 miliar. Proyek ini mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi mantan kepala teknologi NASA Mason Peck menyatakan inspirasi itu tidak seluruhnya terlihat berasal dari logika. Ia menilai tantangannya lebih merupakan pertanyaan teknis daripada sains fundamental.
“Saya pikir itu seluruhnya layak,” kata Peck dimana saat ini menjabat profesor teknik kedirgantaraan di Cornell University, dilansir berasal dari Live Science pada Kamis (25/11).
“Saya akan menggambarkan persoalan di sini bukan sebagai halangan yang tidak dapat diatasi,” ujar Peck.
Peck menganggap sejauh ini tantangan terbesar adalah kesiapan dana dikarenakan perlu cost besar untuk meluncurkan objek dan material ke luar angkasa. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang lebarnya hanya 110 meter menelan cost lebih kurang 100 miliar dolar AS atau hampir Rp 1.500 triliun untuk pembangunannya.
“Jadi membangun suatu hal yang 10 kali lebih besar berasal dari itu akan membebani anggaran nasional di negara paling dermawan sekalipun,” ucap Peck.
Selain itu, teknik membangun pesawat dapat kurangi cost untuk mempunyai pesawat luar angkasa raksasa ke orbit yang diinginkan. Peck menyarankan pendekatan konvensional adalah membangun komponen di Bumi dan lantas merakitnya seperti Lego di orbit.
“Tetapi teknologi pencetakan 3D berpotensi mengubah bahan mentah yang ringkas jadi komponen struktural dengan dimensi yang jauh lebih besar di luar angkasa,” tutur Peck.
Misi ambisius China
China selagi ini punyai proyek luar angkasa yang cukup ambisius. China tengah membangun kapal yang dirancang tertentu untuk meluncurkan roket ke luar angkasa berasal dari laut. Ini di dalam upaya tingkatkan kapasitas China untuk meluncurkan satelit area angkasa dan memulihkan pembangunan roket.
Pada Senin (15/11), kapal peluncur roket style baru dengan panjang 162,5 meter dan lebar 40 meter tengah dibangun di Haiyang, provinsi Shandong di pantai Timur. Kapal baru yang akan digunakan China Oriental Spaceport itu diinginkan menjadi beroperasi pada 2022.
China juga tengah di dalam sistem membuat stasiun luar angkasa sendiri. Stasiun luar angkasa permanen China ditargetkan dapat beroperasi akhie 2022.
China juga sudah punyai astronaut wanita pertama yang berlangsung di luar angkasa. Pihak berwenang pada Senin (8/11) mengatakan, Wang Yaping jadi bagian berasal dari misi ke stasiun luar angkasa China selama enam bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *